/ /
Post Berita
/

PARTISIPASI SEBAGAI PENATA SUARA DALAM ACARA “HIDUP MENGHIDUPI” GERBANG KALPATARU, CANDI BOROBUDUR, MAGELANG

Bandung, Agustus 2026 Ibrahim Adi Surya, S.Sn., M.Sn. salah satu  dosen  Prodi  Produksi Film Dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Widyatama (FISIP Utama) telah melakukan  kegiatan kerja sama antara Komite Acara Hidup Menghidupi dengan Universitas Widyatama, acara yang bertajuk ”Sharing Experience : Perempuan, Berdaya, Masyarakat Kuat”.  Kegiatan dilaksanakan di Candi Borobudur yang dikenal luas bahkan mendunia ini bukan hanya tumpukan batu yang megah, melainkan sebagai warisan yang menyimpan kearifan leluhur bangsa Indonesia, meliputi tata cara kehidupan yang baik, ajaran universal tentang kebersamaan, serta harmoni dengan alam.

Acara yang bersifat swadaya dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya ini menghadirkan improvisasi musik oleh Gardika Gigih serta kidung-kidung pilihan dari Group Gamelan Menthang Gandewa, dilengkapi obrolan santai dan doa bersama sebagai ucapan syukur. Pada kesempatan kegiatan ini Ibrahim Adi Surya, S.Sn., M.Sn. terlibat sebagai penata suara, memanfaatkan rekam jejak artistiknya di bidang ekplorasi bunyi serta pemetaan dan perekaman suara.

Adi menyampaikan bahwa hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah  berpartisipasinya  dosen Program Studi Produksi Film dan Televisi, sebagai penata suara dalam acara “Hidup Menghidupi” di Candi Borobudur. Kemudian, terselenggaranya tata suara yang mendukung kelancaran penampilan musik Gardika Gigih dan Grup Gamelan Menthang Gandewa,Terbangunnya jejaring kolaborasi antara Universitas Widyatama dengan Komite Acara Hidup Menghidupi dan komunitas penyelenggara acara budaya independen, dan terdokumentasikannya kegiatan sebagai bahan pengayaan pembelajaran dan portofolio praktik di lingkungan Program Studi Produksi Film dan Televisi

 

Rangkaian kegiatan berpuncak pada malam pelaksanaan acara pada 25 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB, yang turut diisi dengan obrolan santai dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada alam, sesama, serta para pendahulu yang mewariskan kearifan Candi Borobudur.

Partisipasi dan keberhasilan pengelolaan tata suara pada pagelaran “Hidup Menghidupi” ini menegaskan peran strategis kampus dalam merespons ruang kreatif publik. Bagi dosen dan mahasiswa, momen di Candi Borobudur Magelang ini menjadi sarana transfer pengetahuan yang aplikatif sekaligus pemantik semangat untuk terus melahirkan karya seni pertunjukan yang profesional dan berdampak.(EP)