
Lecture Mobility ke Universitas Bengkulu
BANDUNG, 14 Mei 2026 – Dr. Diah Sri Rejeki, M.I.Kom. dan. Haria Saputry Wahyuni, S.I.Pus., M.I.Kom. merupakan dosen Program Studi Perpustakaan Dan Sains Informasi Fakultas
BANDUNG, FISIP.WIDYATAMA.AC.ID – Alumni Program Studi Produksi Film Dan Televisi FISIP UTama bernama Anggi Lestari Paja, yang baru-baru ini meraih apresiasi dari Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Badan Riset & Inovasional Nasional (BRIN). Karya Film Dokumenter Anggi Lestari Paja berjudul “Bangreng” diakuisi BRIN dan karenanya Anggie berhak memperoleh apresiasi dana pembinaan senilai Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah).
“Bangreng” Karya Tugas AKhir yang Apik
Film Dokumenter berjudul “Bangreng” merupakan karya pencipataan Tugas Akhir Anggi Lestari Paja yang membawanya lulus dari Prodi FTV Widyatama tahun 2024 lalu. Film Dokumenter “Bangreng” mengisahkan fenomena seni budaya di masyarakat sunda khususnya Kabupaten Sumedang bernama “Bangreng” yang hampir punah dan telah mengalami pergeseran nilai serta perilakunya. Film dokumenter “Bangreng” dikisahkan secara komprehensif, mendalam dan apik secara sinematografi serta penceritaannya, dan meraih nilai tinggi pada sidang komprehensif yang dijalani Anggi Lestari Paja pada tahun 2024 lalu. Dalam film dokumenter berdurasi 20 menit tersebut, penuturan sejarah perjalanan Bangreng sebagai seni budaya khas sunda disampaikan oleh berbagai narasumber termasuk para pelakunya sehingga film tersebut sarat dengan informasi yang akurat dan mendalam serta faktual, demikian dikemukakan Ketua Program Studi Film Dan Televisi, Fakultas Ilmu Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Widyatama Kenmada Widjajanto.,S.Sos.,M.Ikom. Itu sebabnya, ujar Kenmada, film tersebut diapresiasi dan diberi nilai tinggi oleh para penguji dan pembimbing pada perhelatan Sidang Komprehensif Tugas Akhir yang dijalani oleh Anggi pada tahun 2024 lalu.
Perjalanan Panjang Menggarap “Bangreng”
Anggi mengisahkan proses pembuatan film dokumenter “Bangreng” sangat panjang dan berilku. Ia memulai meriset “Bangreng” setahun sebelum mengajukan sidang proposal pada tahun 2024. Untuk mendapatkan informasi dan tokoh-tokoh yang dapat menceritakan sejarah “Bangreng” cukup berliku karena seni tari tersebut sudah cukup langka dipertunjukkan di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Sumedang dan Garut. Anggi menuturkan, ia akhirnya berhasil menemukan sejumlah tokoh dan pelaku seni tari tersebut di Kabupaten Sumedang. Menurut Anggi tantang terbesar dalam memproduksi film dokumenter “Bangreng” adalah untuk mengumpulkan dan menemui para pelaku seni tari tersebut serta menunggu momen ada pertunjukan seni “Bangreng”. Kendati demikian, Anggi mengungkapkan ia akhirnya dapat menyelesaikan seluruh proses produksi dan shooting “Bangreng” dan menyusunnya dalam sebuah cerita film dokumenter dengan visual storytelling yang menarik, komprehensif dan mendalam.
Kisah “Bangreng” Diakuisisi BRIN
Anggi Lestari Paja mengisahkan bagaimana ia akhirnya mengirimkan film dokumenter TA nya ke BRIN, karena tak lepas dari peran Ketua Program Studi Produksi Film Dan Televisi FISIP UTama. “PaK Ken suatu ketika menghubungi saya dan meminta hadir ke kampus, dan pada kesempatan itu PaK Ken meminta dirinya untuk mengirimkan “Bangreng” ke BRIN melalui skema Bengkel Karya”, ungkap Anggi. Setelah melalui serangkaian kurasi oleh tim BRIN, ujar Anggi kepada tim redaksi, ia akhirnya medapat kabar bahwa filmnya berhasil diakuisisi BRIN karena memenuhi persyaratan sebagai sebuah film yang miliki pengetahuan lokal yang menarik dan relevan untuk dipublikasikan melalui platform BRIN. “Saya tidak menyangka film Tugas Akhir saya diakuisisi BRIN, dan sama sekali tidak memiliki ekspektasi yang tinggi, ujar Anggi. Atas pencapaian tersebut Anggi menyampaikan rasa terima kasih kepada Program Studi Produksi Film Dan Televisi Widyatama. “Khususnya kepada PaK Kenmada yang telah menjadi pembimbing Tugas Akhir sehingga berhasil menghasilkan karya yang memberi pesan sosial dan budaya yang kuat”, ujar Anggi.
Anggi sendiri saat ini berstatus sebagai mahasiswa S2 di Program Pasca Sarjana ISBI Bandung dan juga menjalani profesi baru sebagai seorang asisten produser di rumah produksi milik Pidie Baiq yaitu “Panas Dalam The Movie”. Di Prodi FTV Widyatama Anggi tercatat sebagai mahasiswa kelas karyawan dan berhasil lulus tepat waktu dan meraih IPK yang tinggi yaitu 3,86 serta meraih predikat Cum Laude.

BANDUNG, 14 Mei 2026 – Dr. Diah Sri Rejeki, M.I.Kom. dan. Haria Saputry Wahyuni, S.I.Pus., M.I.Kom. merupakan dosen Program Studi Perpustakaan Dan Sains Informasi Fakultas

Bandung, 22 April 2026, Dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi akademik mahasiswa, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Kelas Praktisi dengan

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga salah satu dosen Prodi Produksi Film Dan Televisi dengan kepakaran desain
