/ /
Post Berita
/

OK Video Festival dalam Praktik Berkesenian Muhammad Akbar, Perhelatan ruru25: Poros Lumbung

Muhammad Akbar Salah satu Dosen FISIP, Produksi Film dan Televisi, terlibat dalam perhelatan uprogram Ruru bernama OK Video yang merupakan salah satu platform ruangrupa yang sudah dikenal publik, berbentuk Festival seni media internasional dua tahunan, Berdiri sejak tahun 2003, dalam event ini OK. Video dihadirkan kembali dalam perhelatan ruru25: Poros Lumbung melalui kompilasi karya pilihan dan aktivasi. Salah satunya karya berjudul Telepower milik Muhammad Akbar, yang pernah di pamerkan pada OK Video edisi Comedy di tahun 2009, di tahun 2011 Akbar diundang kembali untuk mengikuti OK video edisi Flesh dengan karya “Gaze The Unseen”, kemudian di tahun 2015 mengikuti kembali pada OK video Orde baru bersama kelompok musiknya AStoneA.

OK Video memberikan banyak kontribusi dalam perjalanan kekaryaan Akbar sebagai seniman video di Indonesia, menjadi bagian dari proses pengembangan karya dan riset kepakarannya seni video, sebuah kehormatan bagi Akbar untuk diundang kembali pada perayaan penting yang menjadi tonggak sejarah seni di Indonesia dan internasional bersama Ruang Rupa dan OK Video.

Ruru25: Poros Lumbung menjadi penanda perjalanan ruangrupa selama 25 tahun berkarya, merangkum karya, percakapan, dan jejak yang dibangun bersama. Acara ini diselenggarakan sebagai langkah berbagi ruang dan sumber daya, memadukan model siasat artistik dengan keberlanjutan, serta berbagi lewat pameran interaktif bagi publik luas.

Konsep “Lumbung” adalah cara mengelola sumber daya bersama (waktu, ruang, pengetahuan, jaringan, dan ekonomi), terinspirasi dari praktik berbagi di desa dan kampung kota. Praktik ini juga dikembangkan bersama Gudskul untuk membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

Ruru25 menegaskan komitmen ruangrupa pada keberlanjutan melalui praktik Siklus Material. Hal ini mencakup pengolahan material bekas (kayu, besi, spanduk, tutup botol) menjadi sumber daya kreatif, sebuah praktik yang telah menjadi ciri khas kolektif ini selama lebih dari dua dekade. Paviliun di Gambir Expo akan menjadi laboratorium terbuka yang memperlihatkan pola produksi ‘memulung’.

Perayaan ini bertujuan untuk membangun ekosistem dan jejaring kerja bersama, bukan mengejar kejeniusan. ruru25 mengundang puluhan jejaring inisiatif/kolektif seni dari dalam dan luar negeri untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan.Acara ini berlangsung selama tiga hari, pada 3–5 Oktober 2025, bertempat di Gambir Expo, Kemayoran, diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Synchronize Festival.