/ /
Post Berita
/

Muhammad Akbar Mewakili Video Lab dalam Pameran Arsip “Grup #1” di Selasar Sunaryo Art Space

BANDUNG, April 2026 – Muhammad Akbar, Dosen Program Studi Produksi Film dan Televisi Universitas Widyatama yang memiliki kepakaran bidang Seni Video. Disisi lain, yang bersangkutan juga sebagai salah satu pendiri kolektif Video Lab terlibat sebagai kontributor dalam pameran penelitian dan arsip bertajuk “Grup #1: Pameran Arsip Kelompok-Kelompok Seni Rupa Bandung”. Eksibisi ini diselenggarakan oleh Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) mulai 24 April hingga 24 Juli 2026 di Ruang Sayap, SSAS, Bandung.

Kontribusi Muhammad Akbar dan Video Lab

Sebagai eksponen penting yang mendirikan Video Lab pada kurun waktu 2003–2004 di Bandung, Muhammad Akbar berperan dalam penyediaan data dan proses wawancara untuk menyusun narasi sejarah kolektif tersebut dalam pameran ini. Video Lab sendiri dibentuk bersama Andry Moch (Alm.), Herra Pahlasari, dan Amelia Lestari sebagai respons atas minimnya komunitas yang berfokus pada medium video di masa itu.

Selama masa aktifnya (2003–2016), Video Lab dikenal melalui pendekatannya yang memosisikan video sebagai medium yang dekat dengan keseharian dan mudah diakses. Dalam pameran “Grup #1”, jejak rekam program strategis Video Lab dipetakan kembali, termasuk:

  • Beyond Panopticon: Pameran kolaboratif yang merespons keterbatasan fasilitas penayangan video.
  • Cinematic Lab (2006–2008): Inisiatif pemutaran dan diskusi publik di ruang terbuka yang menggunakan papan reklame (billboard) sebagai media tayang.
  • Kolaborasi Lintas Ruang: Kerja sama dengan S.14 melalui program 7 Inch, Bedah Karya, dan Kopi Sore pada periode 2010–2016.

Fokus Pameran “Grup #1”

Dikurasi oleh Heru Hikayat dan Puja Anindita, pameran ini merupakan bagian dari komitmen SSAS untuk melakukan pembacaan ulang terhadap infrastruktur seni rupa melalui arsip. Fokus utama diarahkan pada kelompok-kelompok yang muncul pasca-berakhirnya rezim Orde Baru (era Reformasi) tahun 1998.

Pameran ini berangkat dari asumsi bahwa era Reformasi membawa variabel baru seperti kebebasan pers, perkembangan teknologi internet, dan tren seni media baru yang memengaruhi pola kerja kolektif. Dalam konteks ini, Video Lab dipandang memiliki kontribusi penting dalam mendorong eksplorasi gambar bergerak agar tetap relevan di tengah perkembangan seni yang kian hibrida.

Arsip sebagai Aset Seni Rupa

Melalui keterlibatan para pendiri kolektif seperti Muhammad Akbar, SSAS berupaya menghimpun data yang selama ini terkelola secara acak atau hanya mengandalkan ingatan. Program ini memosisikan arsip bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan aset penting bagi lembaga dan dunia seni rupa untuk memahami kontribusi nyata kelompok seniman terhadap ekosistem seni di Bandung.