
Lecture Mobility ke Universitas Bengkulu
BANDUNG, 14 Mei 2026 – Dr. Diah Sri Rejeki, M.I.Kom. dan. Haria Saputry Wahyuni, S.I.Pus., M.I.Kom. merupakan dosen Program Studi Perpustakaan Dan Sains Informasi Fakultas
Sebuah Pameran Seni Video tunggal bertajuk “Hard-Daydreaming” yang diinisiasi oleh Muhammad Akbar, S.Pd., M.Sn., seorang dosen Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Widyatama, berhasil menarik perhatian publik seni di ibu kota. Pameran yang berlangsung dari 28 Juni hingga 27 Juli 2025 ini diselenggarakan di Sewu Satu Galeri, Jakarta Art Hub, Jakarta. Melalui karyanya, Akbar tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk merefleksikan dinamika kehidupan urban yang kompleks sebagai wujud nyata kontribusi insan akademik dalam diskursus sosial budaya.
Menggali Makna Realita Urban Melalui Lensa Seni

Pameran “Hard-Daydreaming” menyajikan serangkaian karya video dalam berbagai format, mulai dari single channel hingga instalasi tiga dimensi yang imersif. Setiap karya secara mendalam mengeksplorasi konflik emosional dan eksistensial yang kerap dialami masyarakat perkotaan. Akbar dengan mahir memvisualisasikan dualisme kehidupan seperti sakit dan sehat, terang dan gelap, serta suka dan duka, yang mencerminkan absurditas dalam rutinitas sehari-hari. Selanjutnya, pameran ini menjadi ruang dialog bagi pengunjung untuk memahami bagaimana manusia terus berjuang di tengah tekanan realita, seraya dihadapkan pada berbagai harapan dan impian.
Sebagai seorang seniman dan akademisi, Akbar menjelaskan bahwa pameran ini lahir dari perenungan mendalamnya terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Karyanya berupaya memotret hubungan antara harapan ideal dengan kenyataan yang seringkali tidak sejalan. “Pameran ini bercerita tentang bagaimana kita sebagai manusia urban seringkali dihadapkan pada jurang antara harapan yang diidealkan dengan kenyataan yang harus dijalani,” ungkap Akbar saat diwawancarai. Dengan kata lain, karyanya menjadi medium untuk memahami kondisi manusia modern secara lebih universal dan humanis.
Jejak Karya dan Kontribusi untuk Pendidikan Kreatif

Kiprah Muhammad Akbar di dunia seni rupa nasional maupun internasional bukanlah hal baru. Pengalamannya selama lebih dari satu dekade telah terbukti melalui partisipasinya di berbagai perhelatan seni bergengsi. Misalnya, pada tahun 2023, ia berpartisipasi dalam pameran 50 tahun Godless di Galeri Nasional Indonesia. Selain itu, karyanya juga pernah ditayangkan dalam sesi pemutaran khusus di Palapa Screening, Kyoto, Jepang. Di samping itu, pada akhir 2024, ia menginisiasi program “Gerak Gerik” bersama kurator asal Polandia, Krzysztof Łukomski, dalam acara RWD Fest.
Rangkaian rekam jejak ini tidak hanya menegaskan posisinya sebagai seniman video terkemuka, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pendidik di FISIP Widyatama. Melalui karyanya, ia memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk tidak pernah berhenti berinovasi. “Karya saya mediumnya itu video, dan saya ingin mengajak teman-teman, khususnya mahasiswa, untuk terus berkarya. Jangan pernah berhenti bereksperimen, baik dari sisi teknis maupun narasi,” pesannya dengan penuh semangat. Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya proses kreatif dan eksperimentasi dalam dunia pendidikan.
Wujud Nyata Kampus Berdampak dan Relevansi SDGs
Pameran tunggal yang diselenggarakan oleh Muhammad Akbar ini menjadi contoh konkret dari implementasi program Kampus Berdampak yang diusung oleh Universitas Widyatama. Kontribusinya di luar ruang kelas ini selaras dengan komitmen FISIP Widyatama untuk mendorong para akademisinya agar tidak hanya unggul dalam pengajaran, tetapi juga aktif berkontribusi dalam wacana sosial dan budaya melalui karya nyata. Inilah esensi dari program Kampus Berdampak, di mana prestasi seorang dosen menjadi cerminan dari visi institusi yang relevan dan bermakna bagi masyarakat.
Lebih lanjut, pameran ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan mendorong inovasi dalam pembelajaran, serta poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dengan memantik diskusi kritis mengenai kualitas hidup di perkotaan. Oleh karena itu, pameran ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan efektif antara dunia akademik dan isu-isu sosial yang lebih luas.


BANDUNG, 14 Mei 2026 – Dr. Diah Sri Rejeki, M.I.Kom. dan. Haria Saputry Wahyuni, S.I.Pus., M.I.Kom. merupakan dosen Program Studi Perpustakaan Dan Sains Informasi Fakultas

Bandung, 22 April 2026, Dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi akademik mahasiswa, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Kelas Praktisi dengan

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga salah satu dosen Prodi Produksi Film Dan Televisi dengan kepakaran desain
