/ /
Post Berita
/

Dosen Widyatama Erwin Windu Pukau Dunia Lewat Seni

dosen seni
BANDUNG – Erwin Windu Pranata, S.Pd., M.Sn., seorang dosen Program Studi Produksi Film dan Televisi (FTV) Universitas Widyatama, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di panggung seni rupa internasional dan nasional. Melalui dua pameran bergengsi di Gwangju, Korea Selatan pada Oktober 2024 dan Galeri Nasional Indonesia pada Februari 2025, Erwin membawa narasi budaya serta kemanusiaan yang kuat melalui karya patung inflatable inovatifnya. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga materi inspirasi yang ia bawa langsung ke ruang kelas. Membawa Budaya Pasar Malam Indonesia ke Korea Selatan Pada bulan Oktober 2024, Erwin Windu Pranata mendapat kesempatan emas untuk memamerkan karyanya di Asian Culture Center (ACC), Gwangju, Korea Selatan. Mengusung tema besar “Lifestyle Of Asian”, ia secara spesifik mengangkat kekayaan budaya pasar malam dan kuliner khas Indonesia. Melalui pameran ini, Erwin berupaya mempresentasikan denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia ke panggung internasional yang juga dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara ASEAN lainnya. Selain memajang karya patung, Erwin juga memberikan lokakarya tentang cara membuat patung inflatable. Acara ini sukses menarik perhatian audiens yang beragam, mulai dari keluarga lokal Korea Selatan hingga Presiden Direktur Asian Culture Center. Meskipun pameran berlangsung selama satu bulan penuh, Erwin secara intensif melakukan kegiatan selama satu minggu yang mencakup presentasi, lokakarya, serta interaksi langsung untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Suarakan Isu Kemanusiaan Melalui Biota Laut di Galeri Nasional
Dosen Widyatama Erwin Windu Pukau Dunia Lewat Seni
Erwin Windu Pranata, S.Pd., M.Sn., membuat struktur inflatable raksasa yang mengangkat tema biota laut.
Selang beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Februari 2025, Erwin kembali unjuk gigi di tanah air. Kali ini, ia berkolaborasi dengan seniman Indonesia, Arkif, dalam sebuah pameran akbar di Galeri Nasional Indonesia. Keduanya menciptakan sebuah struktur inflatable raksasa yang mengangkat tema biota laut, namun dengan pesan kemanusiaan yang mendalam tentang pengungsian dan perjuangan para pencari suaka. Karya tersebut secara visual terinspirasi dari rompi pelampung (life vest) dengan warna oranye yang mencolok. Melalui karyanya, Erwin mengajak para pengunjung untuk tidak hanya melihat keindahan biota laut, tetapi juga merenungkan tragedi dan kisah perjuangan yang kerap terjadi di lautan. Pameran yang diresmikan oleh Wakil Menteri Kebudayaan ini berlangsung selama tiga bulan dan berhasil menarik perhatian pengunjung dari Jakarta maupun luar kota. Inspirasi dari Panggung Dunia untuk Ruang Kelas
Dosen Widyatama Erwin Windu Pukau Dunia Lewat Seni
Erwin Windu Pranata, S.Pd., M.Sn., memberikan lokakarya tentang cara membuat patung inflatable.
Bagi Erwin, partisipasinya dalam berbagai pameran bergengsi ini memiliki kaitan erat dengan perannya sebagai seorang pendidik. Pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya, terutama dalam merancang strategi penciptaan karya, menjadi materi relevan yang ia bagikan dalam mata kuliah Metodologi Penciptaan dan Tata Artistik. Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi pemantik semangat bagi para mahasiswa. Erwin menegaskan bahwa semua kegiatan ini bertujuan untuk memberikan inspirasi nyata. “Melalui kegiatan-kegiatan yang saya lakukan ini, saya berharap dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk tetap berkarya dan berpikir kreatif,” ujarnya. Ia ingin mahasiswanya dapat belajar secara langsung tentang bagaimana sebuah karya diciptakan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui contoh-contoh yang ia bawa dari panggung dunia ke dalam ruang kelas.
Dosen Widyatama Erwin Windu Pukau Dunia Lewat Seni
Erwin Windu Pranata, S.Pd., M.Sn., yang merupakan dosen Prodi FTV Universitas Widyatama pada acara Asian Culture Center (ACC), Korea Selatan.
Dosen Widyatama Erwin Windu Pukau Dunia Lewat Seni
Erwin Windu Pranata, S.Pd., M.Sn., yang merupakan dosen Prodi FTV Universitas Widyatama pada sebuah pameran akbar di Galeri Nasional Indonesia.